Karya Anak Coret

BKM (Bungkam Kaum Mahasiswa)

Posted by: komunitascoretjogja on: Juli 3, 2008

Lagi-lagi BBM (Bahan Bakar Minyak) naik! Keputusan yang tidak populer ini, lagi-lagi ditetapkan oleh SBY-JK. Menetapkan kenaikan harga BBM memang sesuatu hal yang sangat sulit. Lalu, bagaikan sebuah hubungan sebab-akibat, “Ada kenaikan harga, ada demo.” Dan para pengikut Indonesian Political Hot News Watch pasti satu suara, “Ada demo, ada mahasiswa”. Memang, mahasiswalah yang selama ini turut berperan aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Mahasiswa, yang juga bagian dari bangsa Indonesia, mengaku sangat mengetahui apa yang dirasakan oleh bangsa Indonesia. Empat jempol bagi kepedulian mahasiswa. Salut untuk ketangguhan mereka menangkis terik matahari (juga dari pentungan polisi). Tetapi seperti yang beberapa waktu lalu kita lihat di televisi, mahasiswa dari beberapa kampus di Ibu Kota melakukan sebuah demonstrasi yang menjurus ke arah anarkisme. Aksi anarki ini lagi-lagi dipicu oleh sebuah keputusan pemerintah yaitu menaikkan harga BBM. Mahasiswa pun terpaksa melanggar berbagai peraturan yang ada, seperti berdemo di malam hari. “Karena pemerintah mengambil waktu malam hari untuk menaikkan BBM, apa boleh buat? Kami pun harus berdemo di malam hari,” begitu perkataan salah satu mahasiswa Universitas Nasional.

Aksi bakar ban dan teriak-teriak di malam hari memang tidak dibenarkan. Tapi ditilik ke belakang lagi, saat pemerintah memutuskan waktu malam hari untuk menaikkan harga BBM, apakah ini adalah salah satu antisipasi untuk mencegah aksi demo? Tapi apa daya pemerintah jika mahasiswa tetap ngeyel dan terus gencar menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia.

Dari paragraf di atas, sudah dikisahkan salah satu fenomena menarik di bumi Indonesia yang selama ini selalu mewarnai hari-hari tanah air, seperti demonstrasi yang dilakukan para mahasiswa. Nampaknya, pemerintah sudah kewalahan menghadapi ulah para mahasiswa itu. Akan tetapi, berbeda dengan yang diutarakan oleh salah satu aktivis politik, bahwa menghadapi demonstrasi mahasiswa adalah hal yang wajar. Maka, apakah sebenarnya jalan yang terbaik untuk menyalurkan suara hati akar rumput?

Baiklah, sebagai dampak dari kenaikan harga BBM, pemerintah sudah menurunkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk rakyat. Beberapa hal sudah berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Tetapi, mengapa masih saja ada yang demo? Dan sebuah keputusan menarik lainnya pun muncul ke permukaan. Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM) berupa beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu sebesar Rp. 500.000 per semesternya akan dicanangkan. Sontak pro-kontra terjadi. Jangan pikir semua mahasiswa pro dengan keputusan (yang belum populer) ini. Banyak mahasiswa menolak bantuan dari pemerintah tersebut. Mereka menganggap bahwa bantuan ini adalah sogokan agar tidak lagi menentang keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM (atau setidaknya hanya untuk mengalihkan ekspos media dari kenaikan harga BBM). Walau bagaimanapun juga, pasti ada maksud tertentu dari pemerintah memberlakukan keputusan menarik ini. Asal kita tahu saja, dalam dunia politik, kita bisa saja menyebutkan sebuah buku yang bewarna biru menjadi buku yang bewarna putih. Dan semoga apa yang dikatakan Menkominfo ini benar adanya, “BKM itu untuk membantu mahasiswa yang tidak mampu. Bukan sebagai upaya sogokan. Kan kasihan kalau mahasiswa disogok. Idealisme mereka jadi hilang!”

Dan jika itu benar, BKM bukanlah singkatan dari Bungkam Kaum Mahasiswa.

 

Oleh: Briliana Argawati (SMA N 1 Yogyakarta)

 

Tinggalkan Balasan

Sketsa…

Komentar Terakhir

leo di Puisi
ipah di Tabik…
o0b thEA di Esai
fajri di PERCAYA
fajri di Cerpen

Blog Stats

  • 2,977 hits

 

Juli 2008
S S R K J S M
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Penunjuk waktu…

obj=new Object;obj.clockfile="0028-blue.swf";obj.TimeZone="NZT";obj.width=150;obj.height=150;obj.wmode="transparent";showClock(obj);