Tentang Falling In Love
Aku jatuh cinta padamu
Sejak pertama kita bertemu
Dia menghuni relung hati…
Lagu milik penyanyi Ari Lasso di atas, sering dilagukan oleh remaja, baik cowok maupun cewek di zaman sekarang. Bahkan yang tidak sedang jatuh cinta pun sering menyanyikan “lagu wajib” itu.
Falling In Love alias jatuh cinta pasti pernah dialami semua orang. Sejuta rasa menyelimuti kita kalau sudah kena panah cupid ini. Hari-hari kita terasa indah dengan kedekatan kita bersama gebetan. Wuih, happy banget rasanya!
Seperti kata Shakespeeare, ” Cinta bukanlah suatu yang kasat mata, tapi lebih dirasakan jiwa”. Dan cinta memang cuma bisa dirasakan tapi susah banget buat digambarkan, ya kan?
Setelah kita merasakan rasanya falling in love hari-hari kita terasa happy and fun banget. Pokoknya bawaannya memang semangaaaaat…. terus. Apabila ada si dia di dekat kita. Meski dia dia nun jauh di sana sekalipun, perasaan kita tetap menharu biru, terkenang-kenang sosoknya.
Nggak sedikit orang yang sedang jatuh cinta merasa gonjang-ganjing hati atau perasaannya. Bahkan badan atau fisik kita ikut terpengaruh. Kita ketemu si dia di lorong sekolah, duuuh…., rasanya hati ini nggak karuan! Ditambah dia nyapa, ” Hello!” ke kita sambil mempertontonkan senyum mautnya. Wuah, tiba-tiba pagar surga tamapak dekat di mata! Contahnya tentu nggak hanya itu. Masih banyak banget. First date alias kencan pertama pun bias membuat kita nervous setengah hidup.
Cinta memang buta seperti dalam cerita The Beauty and the Beast. Tapi itu bisa menjadi kenyataan dalam hidup kita. Perbedaan prinsip, etnis, dan lain-lain tidak menghalangi kita untuk mengungkapkan perasaan kepada orang yang kita cintai. Ribuan kisah cinta abadi menjadi dongeng tak habis diceritakan. Tak kurang –kurangnya cerita cinta berakhir tragis membuat kita menitikkan air mata. Ya, dongeng tentang cinderela yang bikin kita bahagia, atau kisah Romeo dan Juliet yang bikin kita gemas dan sedih.
Cinta bias menimbulkan energi yang luar biasa dalam diri kita. Apapun mampu kita lakukan demi si dia. Semua cara kita coba dalam proses “pdkt” agar menarik perhatiannya. Tidak ada kata menyerah untuk meraih cinta si dia. Pengorbanan terus dilakukan. Entah korban waktu, uang, tenaga atau apapun itu tak memutuskan semangat juang.
Kita berhak mencintai dan dicintai. Karena itu kita bisa menyeleksi siapa yang pantas untuk menjadi pacar kita. Walaupun untuk itu kita harus melewati proses “pdkt”. Harus dilakukan dulu sebelum “nembak” si dia. Agar kita nggak kecewa nantinya.
Jadi mau diterima atau nggak nantinya, itu tergantung sama usaha kita dan keputusan dari dia. Yang pasti dengan jatuh cinta kita bisa belajar untuk mencintai seseorang walaupun harus menangis bahagia maupun sad ending karena cinta harus ditolak nantinya. Tapi yah…. Anggap aja pengalaman. Itu tetap menjadi penting untuk kita. Karena pengalaman adalah guru yang sangat berguna bagi kita di kehidupan mendatang.
Menurutku, cinta nggak bisa dipaksakan. Karena cinta datang dari perasaan, bukan dari mata. Jadi jangan memaksakan diri mencari pacar tanpa landasan sebuah cinta.Tetaplah mencintai kini dan selamanya dan sebarkanlah cinta kepada sesamamu.
Clara Muktiyan Hadi (siswa SMA Bokri 1 Yogyakarta) [Coret edisi 2, 16-30 Oktober 2005]
Inspirasi….
Aku masih berumur 16 tahun saat nulis semua ini (Ya, sekarang pun aku masih berumur 16 tahun. Mungkin apabila suatu hari kumpulan tulisan-tulisanku sudah jadi, umurku nggak 16 lagi!). Aku akan bercerita tentang diriku. Yah, sebagai salah satu media berekspresi dan mencari inspirasi, lebih mirip curhatan, atau hasil terapi pshycology yang selama ini aku lakukan. Ya menulis itu!!!
Aku bangga banget punya usia 16 tahun ini. Sering banget aku bilang ma orang. “Aku masih 16 tahun lho!” atau, “Aku masih kecil loh!” atau saat orang nanyain, “Udah nyoblos belom?” atau “Udah punya KTP belum?” aku malah lebih bangga menjawab “Belum!” Hwah, kalau baru 16 tahun, belum banyak yang aku kerjain, belum banyak yang aku lakukan, baru sebagian kecil dunia yang aku lihat. Tapi menurutku, usia 16 inilah masa-masa paling berharga buatku. Disinilah aku akan tercetak, layaknya kerangka-kerangka karangan yang sedang disiapkan untuk membuat suatu artikel atau cerita yang seru. Dimana aku harus mencari tema yang asyik, kalimat awal yang tepat, serta judul yang sesuai.
Aku nggak tau apa yang terjadi dalam hidup semua orang. Kalaupun tau, barangkali hanya penggalan kecil, sangat kecil, atau kalau Pak Sidi (guru matematikaku) bilang: Lim X 1, limit mendekati 1. jadi Cuma kecil banget en itu nggak boleh nggak tau pasti. Jelasnya, aku tau yang terjadi dalam hidupku, harus tau en nggak boleh nggak tau. Sebenernya aku nggak pengen 16 tahunku berakhir. Memang aku belum dewasa, tapi aku udah nggak bisa disebut anak kecil lagi. Semuanya terjadi disini. Saat-saat dimana aku benar-benar bahagia, saat aku ngejalanin tahun keduaku di SMA, saat aku punya teman, saat aku begitu terbuka ma bunda, saat aku stress, saat-saat terberatku. Disini aku belajar banyak, belajar tentang hidup, belajar menghargai, belajar berpikir, mencoba lebih dewasa, en segalanya.
Sepanjang tahunku, terutama yang ke 16 ini. Aku menghabiskan waktuku untuk mencari inspirasi, mencari teman, memperbanyak koneksi, menghabiskan waktu untuk mempelajari sesuatu yang mungkin sia-sia, atau mempelajarai sesuatu yang berguna tapi aku nggak tau. Yah, kayaknya aku bukan tipe remaja dengan hidup yang sangat datar. Aku pernah rangking 1 di SMP, tapi aku juga pernah rangking 39 di SMA. Aku pernah pacaran, tapi ga selamanya jalan itu ku tempuh karena nggak sepenuhnya bener en banyak ruginya. Aku pernah sangat tertutup pada Bunda, tapi saat ini aku sangat terbuka en deket banget walau kadang beberapa hal masih kami perdebatan. Ada juga saat-saat aku jadi anak rajin, atau jadi anak yang paling sering bolos di kelas. Yup, aku ngejalanin semua itu!!! Hey, hidup itu nggak datar-datar aja kan???
Aku mencari inspirasi dari orang lain, tapi disisi lain aku ingin juga bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Hidupku menarik, teman!!! Seperti hidupmu juga! Nggak kalah menarik. Kalau kamu pernah remaja, pasti pernah ngalami kaya gini, entah di umur 16 atau bukan. Ha…ha…, hidup itu hebat, pren! Tapi jangan terlalu naif! Jadi orang yang berfikir, jadi nggak asal ngejalanin aja. Kalau bisa ngucap terima kasih satu-satu aku pengen ngucap terima kasih buat semua. Ternyata Allah tu punya tujuan nyiptain macem-macem orang. Aku tu dapet banyak yang namanya inspirasi dari sobat-sobatku, temenku, kenalanku yang sebenernya aku belum kenal dia, bunda, kakakku, para penulis, en dari buku-buku yang aku baca. Bout baca??? Bener kata Om Hernowo, bahwa inti belajar yang sesungguhnya itu adalah berinteraksi dan mencari koneksi. Membaca dan menulis itu sudah mencakup keduanya. Kita bisa berinteraksi apabila paham apa yang penulis sampaikan dan kemudian kita bisa menuliskan apa yang telah kita baca. Nah, dari situ juga, kita dapet bonus dari BACA+TULIS, yaitu INSPIRASI.
Oleh :Clarashinta Arumdani, SMAN 1 Yogyakarta)
NB: Esai Edisi I terbit pada 1-15 Oktober 2005
Ok…temen2 cowret maju tyus yeah…
November 9, 2007 pada 11:43 am
oke, salut deh buat kreativitas temen-temen coret. maju terus. tapi kalu ada tembok minggir ya