Komunitas Coret lahir pada 16 April 2005 setelah Workshop Creative Writing Berkelanjutan (WCWB) I yang difasilitasi oleh Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS) Yogyakarta tanggal 26 Februari dan 7 Maret 2005. Workshop ini diikuti oleh siswa-siswi dari beberapa SMU/sederajat di DIY. 24 peserta yang mengikuti workshop tersebut bersepakat untuk membangun komunitas yang mampu menunjang kreatifitas dan produktifitas mereka.
Berbagai nama terbersit, hingga “CORET” terpilih menjadi nama komunitas mereka. Berbagai kegiatan dilakukan seperti diskusi karya, temu penulis, siaran di radio, membuat buletin, film dokumenter dan sebagainya Dalam berproses, anggota komunitas bertemu dengan teman-teman sebaya dari sekolah dan latar belakang yang berbeda-beda. Arah Memperluas jalinan persahabatan serta melahirkan karya-karya kreatif melalui ruang bergaul yang positif bagi pelajar SMU dan sederajat di DIY.
Yang dilakukan?
Jumlah Jaringan Distribusi DIY & Klaten (sekolah): Awalnya berjumlah 50 sekolah. Pada bulan Juni jumlah jaringan sekolah menjadi 58 sekolah. Jaringan distribusi terakhir menjadi 62 sekolah.
JUMLAH PRODUKSI CORET: Jumlah produksi Coret 3500 eksemplar tiap kali terbit. Pembaca CORET para pelajar SMU, Guru SMU, umum (mahasiswa, SMP/ SD, masyarakat)
TEMPAT PERSEBARAN CORET DI SEKOLAH:
Jaringan Sekolah: Jaringan sekolah berjumlah 62 sekolah (Negeri, Swasta, dan Pesantren)
3. Aktivitas kepenulisan kreatif Proses aktivitas kepenulisan kreatif dikelola sendiri oleh anggota komunitas. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya wawasan siswa dalam mengenali permasalahan lingkungan hidupnya sehingga memiliki pemahaman akan perlunya sikap penghargaan atas keragaman budaya, etnis dan agama. Kegiatan yang dilakukan berupa diskusi karya tulisan orang lain dan anggota komunitas Coret, bedah buku, menonton film, belajar menulis esay, puisi, atau pun cerpen, berkunjung ke sastrawan, dan mengirimkan karya anggota ke media massa. Kegiatan dilakukan sekitar seminggu sekali. Karya-karya yang menarik akan diantologikan dan diterbitkan secara mandiri.
4. Kreatifitas audio visual Kegiatan ini bertolak dari kebutuhan akan kesadaran mendokumentasikan peristiwa sehari-hari. Bermodal kesadaran inilah, pelajar akan terbiasa untuk merefleksikan dan merangkai peristiwa-peristiwa keberagaman di lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini berupa belajar mengkap angle-angle peristiwa yang menarik untuk didokumentasikan, merekam peristiwa tersebut dan menjadikan sebuah film dokumenter. Selain mengenal dan mendalami dunia perfilman, aktivitas ini juga mengenalkan pada fotografi. Kegiatan ini dilakukan dua kali dalam sebulan.
5. Siaran di Radio
Anggota komunitas CORET berasal dari : 1. MA Ali Maksum Krapyak YK 2. MA An Nur Bantul 3. MA Nurul Ummah 4. MA Sunan Pandanaran 5. MA Wahid Hasyim 6. MAK Al Ma’hat Annur 7. MAN 3 Yogyakarta 8. SMA Bopkri I 9. SMA Muh. 1 Bantul 10. SMA Muhammadiyah Prambanan 11. SMA N 1 Wates 12. SMA N 4 Yogyakarta 13. SMA UII Yogyakarta 14. SMAN 1 Kasihan Bantul 15. SMAN 2 Yogyakarta 16. SMAN 3 Yogyakarta 17. SMAN 5 Yogyakarta 18. SMAN 8 Yogyakarta 19. SMAN 9 Yogyakarta 20. SMAN I Yogyakarta 21. SMK Karya Rini, 22. SMKN 1 Wates 23. SMKN I Depok 24. SMKN Wonosari
Komentar Terakhir