SEBELUM BALIGH-KU
suatu masa gelak tawa
nasi dalam bakul
dalam keluguan ceria bermain
di kala batu masih bening
di mana kesucian hati masih terjaga
saat tubuh kurus kering ketelanjangan
mata berbinar bulat berkilauan bak mutiara lincah kesana kemari
seandaunya waktu
sayang padaku
kembalikan kepada masa pra-balighku
kuingn masa suciku saat
dosa belum lagi tergantung
dan sahabat gelak tawa masih meraja
sebuah kerinduang masa kecil
gelitik hati dan pikiranku
sebuah keingianan tuk capai kembali
masaku
saat beban terpusat di ubun
sayang masa tak kembali
hingga terus jalani masa kosongku
saiap dapat memberiku
masa itu kembali……kutanyakan pada diri
hampa saja jawaban tak ku dapat
hanya kerinduan ajak mengalir kekosongan
Handa, Maret 2005
BANGKITLAH AKU!
Dari gorong-gorong mulut bicara
Dengan suara akal talanjang
Hati yang menyandar
Pada kebajikan dan cinta
Seleuatu yang hilang t’lah ku temukan
Tak lagi,
Menggantung di kegelapan
Picingkan mata hati
Membentanglah pandang kebijaksanaan!
Bagaimanapun ku harus kembali
Ini hidup yang lama senyap
Walau gamang tekun merasuk
Walau kalut tak bosan melanda
Tak bais aku tak bergeming
Nyawa melekat semangat meratap
Bersumpah aku untuk berbuat
Mencari masa depan yang tesembunyi
Sementara angan mampu ditampung kepala
Diamku tumbal kebangkitan
Rohmat Suliyadi
Handayani (SMK 1 Depok, Sleman)
Rohmat Suliyadi (MA an-Nur, Ngrukem, Bantul) [Coret Edisi 2, 16-30 Oktober 2005]
TABIR WACANA
Dalam naungan rindu
Riuh naluriku sarat penat
Mengadu di senggal engah nafas
Dibalik tabir,
Di perhelatan antara Pelik dan haru
Bagai relung hati sang pelacur
Yang dalam,
Yang menyisakan kedongkolan
- Tentang keberadaan-
Aku…….
Aku, ………. lelah………….
BY: Sholahuddin (Siswa MA Pandanaran)
BANGKITLAH GENERASI MUDA
Singsingan lengan baju
Membisiki kelakar segar rindumu
Terpaan angin yang dahsyat
Membobol bendungan dinding-dinding kehancuran
Datanglah,
Hamparan-hamparan tak terduga
Menyelinap ke jiwa yang berkobar
Seolah mengatakan
Bangkit……………
Bangkit……………
Terhujam peluru kebobrokan
Generasi hancur
Memorak porandakan tatanan
Hati yang damai,
BY: M. Faqih (Siswa MA an-Nur, Bantul)
Puisi Coret Edisi I, 1-15 Oktober 2005
sungguh indah puisi tsb
Mei 17, 2008 pada 8:58 am
Bagus juga isinya….. jogja umumnya LKiS khusunya memang selalu menjadi ujung tombak dalam melakukan hal-hal yang baru.
tetap semangat!!!
lain waktu puisi ku yang akan tampil. boleh kan……???